Kopi bisa dibilang
minuman paling dicari para pria di seluruh dunia. Menyesapnya seakan
memberi energi baru bagi tubuh. Segala lelah dan kantuk sekejap sirna.
Para pencinta kopi mengklaim, minuman dari biji hitam itu mampu
meningkatkan konsentrasi.
Kelamaan, kopi menjadi
gaya hidup. Setia ia menemani cengkerama tanpa kenal waktu. Kafeinnya
lantas menjadi candu. Peminum kopi mulai merasakan kegelisahan,
kecemasan, denyut jantung tak teratur, dan susah tidur. Itu hanya
sebagian kecil efek negatif kopi pada tubuh.
Di kalangan pria, kopi punya dampak yang lebih ‘jahat’ lagi. Mengutip laman Boldsky, berikut setidaknya tujuh kerugian yang ditimbulkan kopi pada tubuh pria.
Iritasi pencernaan
Kandungan kopi kebanyakan
bersifat asam. Itu dapat mengiritasi perut dan usus kecil. Jika tak
disandingi dengan banyak air mineral, akan timbul bisul dalam usus.
Keasaman pencernaan juga memburuk. Kram perut, kejang, sembelit, dan
diare, merupakan tanda-tandanya.
Perut panas
Rasa terbakar di dalam
perut, ditambah mulas, adalah efek buruk yang bisa dirasakan langsung
setelah meminum kopi. Ada otot dalam perut yang akan mengetat usai
makanan masuk, untuk mencegahnya kembali naik ke kerongkongan. Kopi,
membuat otot itu lemas sehingga mudah merasa mual.
Obat pencahar
Sebagian orang merasa
wajib minum kopi setiap pagi, karena ia juga berlaku sebagai obat
pencahar. Kopi merangsang peristaltik, yang menimbulkan rasa ingin buang
air besar. Sayangnya, jika terlalu sering tubuh justru tidak akan dapat
kesempatan mencerna makanan yang masuk.
Kekurangan mineral
Kopi memengaruhi
penyerapan zat besi. Kemampuan ginjal mempertahankan kalsium, zinc,
magnesium, dan mineral lain juga berkurang. Itu mengkhawatirkan tubuh.
Misalnya, kekurangan magnesium membuat usus tidak bisa bekerja maksimal.
Peningkatan asam
Minum kopi saat perut
kosong akan merangsang asam klorida. Padahal, asam itu hanya diproduksi
untuk mencerna makanan. Kemunculannya pada saat yang tak tepat, justru
menimbulkan efek buruk terhadap sistem pencernaan.
Stres dan tegang
Banyak minum kopi akan
melepaskan beberapa hormon stres, seperti kortisol, epinefrin, dan
norepinefrin. Hormon-hormon itu dapat meningkatkan denyut jantung,
tekanan darah, dan tingkat ketegangan tubuh.
Kekeroposan tulang
Mengonsumsi kopi lebih
tinggi dari tingkat normal, sekitar 300 miligram per hari, meningkatkan
hilangnya kepadatan mineral tulang. Kafein dalam kopi adalah diuretik
ringan yang dapat mempercepat siklus buang air kecil. Kalsium, akan
terkikis melalui urin dalam proses itu. Jangka panjangnya: osteoporosis.